Bagi Papa dan Mama yang baru menyambut kehadiran buah hati, mungkin sering mendengar istilah “tummy time”. Istilah ini terdengar sederhana, tapi sebenarnya merupakan salah satu kegiatan paling penting untuk menunjang tumbuh kembang bayi. Melalui artikel ini, kita akan membahas apa itu tummy time, manfaatnya yang telah dibuktikan penelitian, serta panduan lengkap agar Papa dan Mama dapat melakukannya dengan aman, nyaman, dan efektif di rumah.
Apa Itu Tummy Time?
Tummy time merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan ketika bayi, dalam keadaan sadar dan diawasi, diletakkan tengkurap (posisi perut di bawah) di atas permukaan datar dan aman, untuk beberapa waktu setiap hari. Aktivitas ini terlihat sepele, tapi sangat berpengaruh terhadap perkembangan otot dan kemampuan motorik bayi di bulan-bulan pertamanya. Perlu diingat bahwa tummy time tidak dilakukan saat tidur. Bayi tetap harus tidur dalam posisi terlentang untuk menghindari risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS). Tummy time hanya dilakukan saat bayi bangun, sadar, dan dalam pengawasan penuh Papa atau Mama.
Mengapa Tummy Time Sangat Penting untuk Bayi?
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa tummy time memiliki banyak manfaat yang mendukung perkembangan fisik dan sensorik bayi. Berikut penjelasan lengkapnya:
- Menguatkan otot leher, bahu, dan punggung bayi
Saat bayi diletakkan tengkurap, ia akan berusaha mengangkat kepala, mengangkat dada atau bersandar pada lengan. Gerakan sederhana ini melatih otot leher, bahu, punggung, dan lengan atas, dimana otot-otot ini nantinya dibutuhkan untuk kemampuan duduk, merangkak, dan berdiri. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), tummy time secara teratur membantu memperkuat otot postural dan meningkatkan kontrol kepala, terutama pada 3 bulan pertama kehidupan.
- Mendorong perkembangan motorik kasar
Bayi yang rutin melakukan tummy time terbukti mencapai tonggak perkembangan motorik seperti berguling, duduk, dan merangkak lebih cepat. Sebuah studi dalam International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity (2022) menunjukkan bahwa durasi tummy time yang lebih panjang berkorelasi positif dengan kemampuan motorik kasar dan total perkembangan fisik bayi. Dengan kata lain, tummy time bukan hanya latihan fisik, tapi juga pondasi untuk seluruh koordinasi tubuh bayi di masa depan.
- Mencegah kepala datar (positional plagiocephaly)
Karena bayi tidur lebih sering dalam posisi telentang (yang memang aman untuk tidur), beberapa bayi mengalami bentuk kepala datar di bagian belakang. Tummy time membantu mengurangi tekanan di area tersebut, sehingga risiko kepala datar atau asimetris dapat diminimalkan. Meski begitu, penelitian dari AAP Pediatrics Journal (2020) mencatat bahwa efek pencegahan ini tidak selalu absolut. Artinya, tummy time membantu, tetapi tetap perlu disertai dengan variasi posisi dan waktu bermain aktif.
- Meningkatkan stimulasi sensorik dan eksplorasi lingkungan
Saat bayi tengkurap, ia mulai melihat dunia dari sudut pandang baru. Posisi ini mendorong eksplorasi visual, gerakan tangan, dan interaksi dengan benda di sekitarnya. Ketika Papa atau Mama mengajak bicara atau memperlihatkan mainan, bayi belajar berinteraksi dan memperkuat kemampuan koordinasi mata-tangan. Menurut National Institutes of Health (NIH), stimulasi seperti ini sangat penting dalam perkembangan sistem sensorik bayi yang masih terbentuk, terutama untuk melatih keseimbangan dan persepsi ruang.
- Membantu kesehatan fisik secara umum
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi yang mendapatkan waktu tengkurap yang cukup cenderung memiliki berat badan lebih seimbang dan perkembangan postur tubuh yang lebih baik. Selain itu, tummy time juga dapat mengurangi risiko keterlambatan perkembangan motorik akibat terlalu lama berada di kursi bayi atau posisi berbaring pasif.
Kapan Papa dan Mama Bisa Memulai Tummy Time?
Papa dan Mama bisa memulai tummy time sejak bayi baru lahir atau setidaknya sekitar 2 minggu pertama setelah lahir, selama bayi dalam keadaan sehat dan sadar. Pada awal tahap ini, cukup lakukan 30 detik hingga 1 menit setiap sesi, dua hingga tiga kali sehari. Misalnya, setelah mengganti popok atau setelah bangun tidur. Memasuki usia 2 bulan, durasi tummy time bisa ditingkatkan secara bertahap hingga total sekitar 3-5 menit dengan tetap memastikan bayi berada dalam pengawasan penuh. Saat bayi berusia 3 hingga 4 bulan, biasanya ia mulai mampu mengangkat kepala dan leher dengan lebih kuat. Di tahap ini, Papa dan Mama dapat memperpanjang waktu tummy time secara bertahap sesuai kemampuan dan kenyamanan bayi.
Cara Melakukan Tummy Time dengan Aman dan Menyenangkan
Banyak bayi yang pada awalnya tidak terlalu menikmati posisi tengkurap, karena masih lemah dan belum terbiasa. Namun, dengan pendekatan yang tepat, tummy time bisa menjadi momen yang menyenangkan bagi bayi dan juga Papa dan Mama.
- Mulai di dada Papa atau Mama.
Letakkan bayi di dada Papa atau Mama sambil berbaring. Bayi akan secara alami mengangkat kepala untuk melihat wajah, sekaligus melatih otot leher dengan nyaman. - Gunakan permukaan datar dan aman.
Setelah terbiasa, pindahkan bayi ke lantai dengan alas lembut seperti selimut tebal. Pastikan area sekitar bebas benda keras atau kecil yang berpotensi berbahaya. - Gunakan stimulasi visual dan suara.
Ajak bayi bicara, tersenyum, atau memainkan mainan berwarna cerah di depan wajahnya. Hal ini akan memotivasi bayi untuk mengangkat kepala dan bereaksi aktif. - Gunakan bantuan gulungan handuk.
Jika bayi tampak kesulitan, letakkan gulungan handuk kecil di bawah dadanya untuk membantu menopang bagian atas tubuh. - Jangan lakukan setelah makan.
Pastikan bayi tidak baru saja menyusu agar tidak merasa tidak nyaman atau muntah. - Selalu diawasi.
Jangan pernah meninggalkan bayi tanpa pengawasan saat tummy time, sekecil apapun durasinya.
Baca Juga: Si Kecil Sering Gelisah di Malam Hari? Coba Tips Ini Agar Tidur Si Kecil Berkualitas!
Tanda-Tanda Bayi Menikmati Tummy Time
Bayi yang mulai terbiasa akan tampak nyaman, menatap sekeliling, tersenyum, dan mungkin berusaha menggulingkan tubuhnya. Ketika bayi mulai mengangkat dada dan bertumpu pada lengan, itu tanda ototnya mulai kuat dan perkembangan berjalan baik.
Sebaliknya, jika bayi sering menangis atau tampak kesal, jangan langsung menyerah. Cobalah memperpendek durasi dan lakukan lebih sering, atau ubah posisi dengan cara yang lebih dekat dengan Papa dan Mama agar bayi merasa aman.
Baca Juga: Mengenali Jenis Tangisan Bayi: Lapar, Lelah, atau Tidak Nyaman?
Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari
Beberapa Papa dan Mama berpikir bahwa semakin lama bayi tengkurap, semakin baik. Padahal tidak selalu demikian. Bayi yang masih kecil mudah lelah, dan jika dipaksa terlalu lama bisa membuatnya rewel atau tidak nyaman. Mulailah perlahan, dan perhatikan tanda kelelahan seperti wajah kemerahan, menangis, atau kesulitan mengangkat kepala. Selain itu, hindari menempatkan bayi tengkurap di permukaan empuk seperti kasur atau sofa, karena bisa berisiko menutupi saluran napas jika kepala tenggelam ke permukaan.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Jika bayi terlihat sangat kesulitan mengangkat kepala meski sudah sering dilatih, atau tampak hanya bisa menggerakkan kepala ke satu sisi saja, Papa dan Mama sebaiknya berkonsultasi ke dokter anak atau fisioterapis. Kondisi seperti tortikolis (otot leher kaku pada satu sisi) perlu penanganan khusus agar tidak menghambat perkembangan motorik bayi.
Latihan tengkurap bagi usia berbeda – panduan praktis usia 0-12 bulan
| Usia bayi | Target aktivitas | Tips praktis untuk Papa dan Mama |
| 0-2 bulan | Mulai dengan sesi 30 detik hingga 1 menit, 2-3 kali/hari, fokus pada mengangkat kepala bayi | Letakkan bayi tengkurap di dada Papa atau Mama sambil berbicara lembut |
| 2-4 bulan | Tingkatkan durasi secara bertahap di 3-5 menit, bayi mulai bisa mengangkat dada dan bersandar ke lengan depan | Letakkan mainan dalam jangkauan depan bayi agar tertarik mengangkat wajah. |
| 4-6 bulan | Jadikan tummy time sebagai bagian rutinitas harian; bayi mulai berguling atau mencoba meraih mainan | Ubah posisi: kilas ke kanan dan ke kiri agar otot leher berkembang merata. |
| 6-9 bulan | Bayi mungkin mulai merangkak; tummy time tetap penting sebagai persiapan otot tubuh bagian atas | Ajak bayi bermain di permukaan sedikit berbeda (misalnya di atas selimut), dan buat sesi aktif bersama Papa dan Mama. |
| 9-12 bulan | Fokus pada variasi aktivitas: merangkak, menarik tubuh ke posisi berdiri, bermain di lantai | Gunakan waktu ini untuk stimulasi yang lebih menyenangkan: bermain bersama, berbicara, mainan interaktif. |

Tummy time adalah kegiatan sederhana yang memberikan manfaat luar biasa bagi tumbuh kembang bayi. Dengan membiasakan latihan tengkurap sejak dini, Papa dan Mama membantu bayi memperkuat otot leher dan bahunya, meningkatkan koordinasi motorik, serta mencegah bentuk kepala datar akibat terlalu lama terlentang. Kuncinya adalah rutin, sabar, dan selalu diawasi. Setiap detik bayi berlatih tengkurap adalah investasi kecil yang berdampak besar untuk perkembangan masa depannya.


